Para Guru dan Staf Karyawan MTs Abadiyah Berziarah ke Beberapa Makam Wali Allah di Penghujung Bulan Muharram

Bulan Muharam merupakan bulan penuh berkah, banyak masyarakat berbondong-bondong untuk melakukan amalan-amalan di bulan tersebut. Diantara amalan yang dapat dilakukan adalah melakukan ziarah ke makam Wali Allah atau sowan ke orang-orang alim. Begitupun dengan para guru dan staf karyawan MTs Abadiyah juga melakukan kegiatan ziarah ke beberapa makam Wali Allah, pada Sabtu-Minggu (28-29/9/2019) lalu di penghujung bulan Muharram. Peserta ziarah dari MTs Abadiyah kiranya berjumlah 40 orang, sebagian dari mereka juga mengajak serta anggota keluarga tercinta.

Drs. Saiful Islam, M.Pd. selaku Kepala MTs Abadiyah mengatakan, ada beberapa tujuan dilaksanakannya kegiatan ziarah di penghujung bulan tersebut. “Kegiatan ziarah kemarin itu sebenarnya memiliki tujuan, tujuan yang pertama tentunya ya, mencari keberkahan untuk semua guru dan staf karyawan, khususnya untuk siswa siswi MTs Abadiyah agar menjadi insan yang cerdas dan saleh salehah. Tujuan yang kedua agar kelas 9 dimudahkan tatkala UN, tujuan selanjutnya semoga dimudahkan dalam pengelolaan madrasah. Selain itu, ziarah ini juga bertujuan untuk memberikan rasa fresh kepada bapak ibu guru karena seharian penat bekerja,” ujarnya.

Kemudian beliau juga menceritakan mengenai tempat beserta kegiatan yang dilakukan saat berziarah. Menurut penuturannya, pada pukul 07.00 WIB, rombongan ziarah berkumpul di madrasah dan berangkat bersama menaiki Bus Shantika untuk menuju lokasi pertama, yaitu ke Makam Sunan Muria (Raden Umar Said) yang terletak di ketinggian Gunung Muria, Colo, Kudus, Jawa Tengah. Perjalanan dari madrasah menuju kawasan makam Sunan Muria membutuhkan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Sesampainya di kawasan Sunan Muria, rombongan guru dan staf karyawan segera melaksanakan tahlil dan berdoa bersama. Pelaksanaan tahlil dan doa tersebut berlangsung secara khusyuk dan khidmat dipimpin oleh K.H. M. Nur Kholis S.Pd. I.

Setelah selesai berziarah ke Sunan Muria rombongan MTs Abadiyah menuju ke lokasi berikutnya, yaitu ke Makam Sunan Kudus (Sayyid Ja’far Shadiq) yang bertempat di Kabupaten Kudus. Untuk menuju lokasi makam dari Muria ke Sunan Kudus memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit. Kemudian, rombongan melanjutkan perjalanan ke Makam Sunan Kalijaga  (Raden Sahid) yang bertempat di Kabupaten Demak. Tak disangka, di sana rombongan bertemu dengan Bapak Bupati Pati (Bapak Haryanto, SH.MM.,M.Si) yang juga sedang berziarah. Lalu, rombongan berswafoto bersama beliau
Setelah dari Makam Sunan Klijaga, berdasarkan jadwal yang telah tersusun rombongan menuju ke Makam Sunan Gunung Jati. Namun, karena terbatasnya waktu dan kekhawatiran kemacetan yang disebabkan adanya demo mahasiswa di sekitar Monas, akhirnya perjalanan langsung dialihkan menuju Jakarta, yaitu ke Makam Mbah Priok (Habib Hasan bin Muhammad Al-Haddad). Tepat pukul 01.00 pagi, rombongan sampai di makam tersebut. Setelah dari Makam Mbah Priok, kemudian melanjutkan perjalanan lagi  ke arah Cirebon, yaitu  Makam Sunan Gunung Jati. Karena azan subuh sudah berkumandang, rombongan berhenti sejenak untuk sholat subuh berjamaah di rest area tol Jakarta menuju Cirebon. Kala itu,  ketika sampai di Makam Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah), rombongan ziarah MTs Abadiyah meminta rekomendasi kepada petugas agar dapat berziarah di dekat Makam Sunan Gunung Jati. Permintaan tersebut di setujui oleh petugas. Di sana rombongan MTs Abadiyah berziarah sekaligus melantunkan burdah singkat yang di pimpin oleh K.H. M. Nur Kholis S.Pd. I.. Burdah sendiri merupakan kegemaran dari Sunan Gunung Jati, oleh karena itu para rombongan melantunkannya dengan sepenuh hati.

Selesai ziarah dari makam tersebut, sebagai rileksasi, rombongan menyambangi Wisata Pemandian Air Panas Guci, yang terletak di Desa Guci, Kecamatan Bumiwijaya, Kabupaten Tegal. Di sana mereka berendam air hangat sekaligus napak tilas Sunan Gunung Jati untuk mengenang jasa beliau bersyiar agama di daerah tersebut. Guci sebenarnya bukan sekadar lokasi pemandian air panas ternama di Kota Tegal yang selalu dipadati wisatawan, karena airnya dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Ternyata di baliknya tersimpan sejarah menarik, yang masih memiliki hubungan dengan Sunan Gunung Jati. Mulanya pada zaman dahulu Desa Guci pernah dilanda musibah tanah longsor dan wabah penyakit. Di saat yang hampir bersamaan datanglah Syekh Elang Sutajaya, seorang utusan Sunan Gunung Jati untuk melakukan syiar di sana. Melihat banyak warga setempat yang terkena wabah penyakit itu, Syekh Elang Sutajaya lantas memohon petunjuk kepada Allah. Saat berdoa, konon diceritakan Sunan Gunung Jati hadir secara gaib dan memberikan sebuah guci sakti berisi air yang sudah di doakan, kemudian warga yang sakit diminta untuk meminum air guci. Perlahan  wargapun sembuh dari penyakitnya.

Kemudian dari wisata Guci rombongan melanjutkan perjalanan menuju Makam Sapuro (Makam Habib Ahmad Bin Abdullah Bin Tholib Al Atas)  di daerah Pekalongan untuk berziarah, sekaligus membeli oleh-oleh batik Pekalongan. Sebenarnya di akhir perjalanan ziarah tersebut, teragendakan kunjungan ke Ndalem Habib Luthfi Bin Ali Bin Hasyim Bin Yahya. Namun, karena pada saat itu beliau  tidak ada di kediamannya, akhirnya para rombongan, langsung perjalanan pulang menuju Kota Pati Bumi Mina Tani. Perjalanan tersebut memakan waktu tempuh sekitar tiga jam. Tepat pukul 01.00 WIB rombongan sampai di titik kumpul keberangkatan dan pulang ke rumah masing-masing untuk beristirahat sekaligus mempersiapkan energi esok hari. [Indah Rahmawati].


← Sebelumnya
MTS ABADIYAH RAIH JUARA 2 SE-JAWA PADA OLIMPIADE MATEMATIKA UIN SURABAYA 2019
Berikutnya →
AL MAABAD Kembali Gelar Talkshaw Dan FGD Di Madrasah Abadiyah

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

professional writingresearch papers writingprofessional college paper writers
dissertation help scholarship essay college paper dissertation service uk harvard format custom research paper writing academic english custom essay writing service write my term paper essay writing help dissertation writing buy essay

Nel mondo reale, i peni sono di medie dimensioni, la maggior parte delle donne non ama peni giganteschi, il tempo medio per fare l’amore per le coppie vendita kamagra italia eterosessuali è da 3 a 13 min