Pendidikan Hanya Fokus Kecerdasan Intelektual

pendidikanSEMARANG- Proses pendidikan di sekolah masih banyak mengembangkan kecerdasan intelektual dibandingkan kecerdasan emosional dan spiritual. Tataran yang dikembangkan pada kecerdasan intelektual juga lebih banyak mengacu aspek kognitif, sementara pendidikan yang mengembangkan nilai kemanusiaan kurang mendapat perhatian. Jika hal ini tidak mendapat perhatian, dikhawatirkan akan terjadi disorientasi kurikulum.

Pengamat pendidikan Slameto menilai, ujian nasional (UN) juga menjadi salah satu pemicu, karena dalam UN dituntut hanya aspek kognitif. Konsekuensinya, para guru yang belum siap melakukan segala cara agar para siswa lulus dan standar sekolah bisa meningkat, karena UN dianggap berhasil dilalui. UN bukanlah penentu kelulusan atau indikator sekolah. Semula UN bertujuan untuk penjaminan mutu dan pemetaan kualitas sekolah. Jadi, seharusnya jangan dilakukan di semester akhir.

’’Bagaimana bisa memetakan kualitas lalu membina kalau UN berlangsung di akhir masa sekolah. Paling tidak di awal kelas III dan tidak menjadi patokan atau nasib kelulusan, karena guru akan melakukan segala cara termasuk berorientasi pada kognitif semata,’’ papar Slameto yang juga ketua Dewan Pendidikan Kota Salatiga dalam Rakor Dewan Pendidikan 35 kabupaten/kota di Gedung E Setda Provinsi Jateng, Kompleks Gubernuran Jalan Pahlawan, Kamis (24/11).

Mantan ketua PGRI Jateng Sudharto menyatakan, sistem evaluasi dalam bentuk ujian nasional juga harus ditinjau. Dia menilai, landasan filosofis, hakikat, dan tujuan pendidikan walaupun telah dicantum kan secara eksplisit dalam UU Sisdiknas, tidak memiliki makna terhadap proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.

Dia melihat pemahaman para guru terhadap proses pembelajaran dengan pendekatan student oriented seperti CBSA masih belum optimal. Ketua Dewan Pendidikan Jateng Prof AT Soegito menyebutkan, masalah di Jateng sangat rumit, sehingga harus ditangani komprehensif. (J14,J17-37)


← Sebelumnya
Jangan Menyerah, Beasiswa itu Bukan Bunga Tidur!
Berikutnya →
Mengembangkan Motivasi Berprestasi

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

professional writingresearch papers writingprofessional college paper writers
dissertation help scholarship essay college paper dissertation service uk harvard format custom research paper writing academic english custom essay writing service write my term paper essay writing help dissertation writing buy essay

Nel mondo reale, i peni sono di medie dimensioni, la maggior parte delle donne non ama peni giganteschi, il tempo medio per fare l’amore per le coppie vendita kamagra italia eterosessuali è da 3 a 13 min